DENPASAR | Dunia News Bali – Pemerintah Provinsi Bali bersama Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bali terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) TPID Bali yang digelar pada 10 Juni 2026.
Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, tersebut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Achris Sarwani, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, perwakilan Bulog Kanwil Bali, Satgas Pangan, serta unsur terkait lainnya.

Berdasarkan data BPS, inflasi Bali pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,99 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,08 persen. Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen, sehingga menunjukkan kondisi harga di Bali tetap terkendali di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Sekda Bali Dewa Made Indra menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga karena berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat. Ia berharap inflasi tetap terkendali sehingga kebutuhan pokok dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau. Selain itu, kelancaran distribusi juga menjadi perhatian utama mengingat permintaan pangan diperkirakan meningkat selama perayaan hari besar keagamaan.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan sejumlah tantangan yang berpotensi memengaruhi inflasi selama periode Galungan dan Kuningan. Tantangan tersebut antara lain meningkatnya permintaan barang dan jasa yang bertepatan dengan musim liburan sekolah, ketidakpastian cuaca pada masa peralihan musim, potensi gangguan produksi pertanian akibat fenomena El Nino moderat, serta kemungkinan kenaikan harga energi dan bahan bakar rumah tangga.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, TPID Bali mengoptimalkan berbagai langkah pengendalian inflasi melalui strategi 3T, yakni tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran. Upaya yang dilakukan meliputi pelaksanaan operasi pasar murah, penguatan pengawasan stok pangan, optimalisasi kerja sama antardaerah, dukungan fasilitas pengairan untuk mitigasi risiko El Nino, serta peningkatan komunikasi publik guna menjaga optimisme masyarakat.
Kepala BPS Provinsi Bali menyoroti ketergantungan Bali terhadap pasokan pangan dari luar daerah sebagai salah satu tantangan pengendalian inflasi. Karena itu, kelancaran distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga ketersediaan barang dan keterjangkauan harga di pasaran.
Di sisi lain, Bulog Kanwil Bali memastikan stok pangan di Bali dalam kondisi aman. Bulog juga terus menjalankan program Gerakan Pasar Murah untuk membantu menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan tetap tersedia bagi masyarakat.
Satgas Pangan turut melaporkan bahwa ketersediaan pangan di Bali secara umum berada dalam kondisi baik. Distribusi pangan dan energi juga terus dipantau agar berjalan lancar dan tepat sasaran, terutama saat aktivitas masyarakat meningkat menjelang hari raya.
Untuk sektor energi, Dinas ESDM Bali memastikan stok LPG bersubsidi maupun BBM bersubsidi mencukupi kebutuhan masyarakat hingga perayaan Galungan dan Kuningan. Pemantauan distribusi juga terus dilakukan guna menjamin pasokan tetap tersedia dan mudah diakses masyarakat.
Menjelang HBKN, perhatian juga diberikan pada ketersediaan daging babi sebagai salah satu komoditas penting di Bali. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali telah menjalankan program vaksinasi guna mencegah penyebaran penyakit ternak. Pada 2026, pemerintah mengalokasikan sekitar 50 ribu dosis vaksin African Swine Fever (ASF) untuk meningkatkan ketahanan sektor peternakan dan meminimalkan risiko gangguan produksi.
Sebagai penutup, seluruh pihak sepakat untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menjaga pasokan, kelancaran distribusi, serta stabilitas harga pangan dan energi. Dengan kolaborasi yang solid, kebutuhan masyarakat selama Hari Raya Galungan dan Kuningan diharapkan dapat terpenuhi sehingga perayaan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (riza)