Bersama Grifid Hotels, Opus Recruitment, PT Las Olas dan PT ISS Management Buka Akses Karier Global Talenta Indonesia

DENPASAR | Dunia News Bali – PT Inti Gema Nusantara (Inara)/Opus Recruitment SRL bersama konsorsium agency yang terdiri atas PT Las Olas, PT ISS Management, dan Inti Marina Global menggelar final interview bersama Grifid Hotels Bulgaria di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan bertema “Beyond The Horizon, From Dream to Destination” tersebut menjadi salah satu tahapan seleksi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dipersiapkan untuk bekerja di sektor hospitality di Bulgaria.

Final interview mempertemukan para kandidat dengan perwakilan perusahaan perhotelan Bulgaria secara langsung. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses rekrutmen sekaligus penjajakan penempatan tenaga kerja Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri hospitality internasional.

Kolaborasi antara perusahaan perekrutan, konsorsium agency, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap peluang kerja di luar negeri melalui proses yang terstruktur, profesional, dan sesuai ketentuan.

Direktur Opus Recruitment Bali, I Dewa Gede Mahendradata, mengatakan final interview tersebut merupakan wujud kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, berbagai lembaga, dan konsorsium dalam menghadirkan kesempatan kerja global yang aman dan profesional.

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata dari kolaborasi yang baik antara sektor swasta, pemerintah, berbagai lembaga, dan konsorsium kita. Kerja sama seperti ini membantu memastikan proses rekrutmen dapat berjalan dengan lancar, adil, dan aman bagi semua pihak yang terlibat, khususnya bagi para kandidat,” ujar Mahendradata.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para kandidat yang telah berhasil mencapai tahap wawancara akhir setelah melewati proses seleksi yang kompetitif.

“Selamat kepada seluruh kandidat yang telah berhasil mencapai tahap wawancara akhir. Kalian merupakan kandidat terpilih setelah melalui proses seleksi yang sangat kompetitif,” katanya.

Representative of Grifid Hotels Management, Rositsa Dimitrova Manolova, mengatakan sektor hospitality dapat menjadi salah satu ruang bagi profesional muda untuk mengembangkan karier sekaligus mewujudkan impian mereka.

Menurut Rositsa, Grifid Hotels merupakan jaringan hotel milik keluarga yang telah menjalankan bisnis selama 24 tahun dan menjadi salah satu pelaku industri hospitality di Bulgaria.

“Namun, saya ingin kalian mengingat satu hal: apa pun hasil dari proses seleksi hari ini, jangan pernah berhenti bermimpi. Jangan berhenti bekerja keras dan teruslah melangkah maju untuk mencapai tujuan kalian,” tutur Rositsa.

Baca juga:  Dugaan PHK Verbal di Dharma Uluwatu, Praktik Internal dan Hak Karyawan Disorot

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap pekerja Indonesia yang sebelumnya telah bergabung dengan Grifid Hotels. Menurutnya, pekerja Indonesia memiliki sejumlah karakter positif, seperti sikap hormat, ramah, serta mampu menciptakan suasana hangat di lingkungan kerja.

Sementara itu, Ambassador of the Republic of Bulgaria Tanya Dimitrova, PhD, menyampaikan bahwa industri hospitality dapat menjadi salah satu kesempatan bagi generasi muda untuk membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Ia mengatakan perjalanan Grifid Hotels yang telah berlangsung selama 24 tahun telah memberikan kesempatan kepada ribuan orang, termasuk para profesional muda.

“Kami bangga dapat memberikan kesempatan kepada ribuan orang, termasuk para profesional muda seperti kalian. Hari ini maupun besok, mungkin tidak semua dari kalian akan mendapatkan kesempatan ini karena berbagai alasan,” kata Tanya.

Tanya meminta para kandidat tetap bekerja keras dan tidak berhenti mengejar tujuan meskipun hasil seleksi yang diterima setiap peserta dapat berbeda. Ia juga memberikan apresiasi terhadap para pekerja Indonesia yang telah bekerja di Bulgaria dan dinilai memberikan pengalaman positif bagi Grifid Hotels.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Bali, Muhammad Iqbal, mengatakan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) mengapresiasi inisiatif yang membuka kesempatan kerja bagi sekitar 1.000 calon PMI, khususnya untuk penempatan di Grifid Hotels Bulgaria.

“Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) menyambut baik dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif yang membuka kesempatan kerja bagi sekitar 1.000 calon Pekerja Migran Indonesia di sektor hospitality, khususnya untuk penempatan di Grifid Hotels, Bulgaria,” kata Iqbal.

Menurutnya, peluang tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses masyarakat Indonesia menuju pasar kerja internasional yang berkualitas dan terpercaya.

Pemerintah pusat melalui KemenP2MI dan BP3MI Bali, bersama Pemerintah Provinsi Bali serta pemangku kepentingan terkait, berkomitmen memastikan proses penempatan berlangsung sesuai prosedur.

“Prinsip utama yang terus kita junjung adalah migrasi yang aman, prosedural, dan terlindungi,” ujar Iqbal.

Ia menegaskan bahwa pelindungan PMI perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses keberangkatan, selama bekerja di negara tujuan, hingga kembali ke Indonesia.

Para kandidat juga diingatkan agar memahami hak dan kewajiban serta mempersiapkan diri sebelum menjalani pekerjaan di Bulgaria.

“Kepada para kandidat yang saya banggakan, kalian adalah duta bangsa. Tunjukkan profesionalisme, etos kerja yang baik, serta keramahan khas Bali dan Indonesia selama mengikuti seluruh proses wawancara hari ini,” kata Iqbal.

Baca juga:  Koster Instruksikan Kepala Daerah Hentikan Izin Pembangunan di Lahan Pertanian

Pemprov Bali: Peluang Kerja Harus Disertai Kepastian dan Pelindungan

Dari Pemerintah Provinsi Bali, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, yang diwakili Sekretaris Ketut Alit Putri Herlina Saraswati, mengatakan program tersebut membuka akses bagi masyarakat Indonesia untuk memperoleh kesempatan kerja internasional melalui jalur resmi.

“Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk mengakses peluang kerja internasional melalui proses yang resmi, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum,” katanya.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, jumlah PMI asal Bali hingga Agustus 2026 tercatat sebanyak 10.750 orang, terdiri dari 6.533 pekerja laki-laki dan 4.217 pekerja perempuan.

Kabupaten Buleleng tercatat sebagai daerah dengan jumlah pekerja migran terbesar di Bali.

Ketut Alit Putri Herlina Saraswati menekankan bahwa kesempatan bekerja di luar negeri perlu disertai kepastian pekerjaan, keamanan, dan pelindungan yang memadai.

Para kandidat juga diminta mempersiapkan kemampuan teknis, penguasaan bahasa, sikap profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya dan aturan yang berlaku di Bulgaria.

“Karena itu, persiapkan diri sebaik mungkin. Jadikan kesempatan ini sebagai bagian dari perjalanan untuk membangun pengalaman internasional, meningkatkan kompetensi, dan membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta daerah asal,” ujarnya.

Founder Opus Recruitment SRL, Michael Mihai Olteanu, mengatakan program penempatan tenaga kerja ke Bulgaria kini telah memasuki tahun keenam.

Ia menuturkan, program tersebut bermula dari sebuah seminar yang dihadiri sekitar 60 hingga 70 orang. Michael berharap hasil program untuk musim 2027 dapat terus berkembang dan setidaknya menyamai pencapaian pada tahun sebelumnya.

“Saat ini saya memasuki tahun keenam perjalanan saya bersama Bulgaria. Enam tahun lalu, saya memulai program ini dengan sebuah seminar yang dihadiri sekitar 60 hingga 70 orang,” kata Michael.

Michael juga menyampaikan terima kasih kepada Grifid Hotels yang telah memberikan kepercayaan kepada Opus Recruitment selama empat tahun, Kedutaan Besar Bulgaria, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang mendukung pelaksanaan program.

Ia menilai dukungan tersebut penting untuk memastikan proses penempatan berjalan sesuai regulasi.

Menurut Michael, kesempatan yang diperoleh para kandidat harus diiringi tanggung jawab untuk menjaga nama baik Indonesia selama berada di Bulgaria.

Baca juga:  Badung Matangkan Pembentukan BUMD Infrastruktur dan Kesehatan, Dorong Ekonomi Daerah dan Layanan Publik

“Kami hanya dapat memberikan kesempatan. Kalianlah yang harus membuat kesempatan tersebut menjadi kenyataan,” ujarnya.

Para kandidat juga diminta tetap mengingat asal-usul dan identitas mereka ketika berada di Bulgaria. Pengalaman kerja internasional diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan.

“Dan ketika waktunya tiba, pulanglah ke tanah air. Bawa pulang pengalaman dan pengetahuan yang telah kalian peroleh, lalu gunakan semuanya untuk membangun sesuatu yang indah dan bermanfaat bagi Indonesia,” kata Michael.

Direktur PT Las Olas, Agung Widnyana, yang didampingi Direktur Inti Marina Global Edy Surya Wijaya dan Managing Director PT ISS Management sekaligus Wakil Ketua Kadin Denpasar Alit Budi Sastrawan, mengatakan kesempatan bekerja di Bulgaria diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk memperoleh penghasilan, tetapi juga sebagai ruang belajar dan mengembangkan kompetensi.

“Harapan kami tentu para kandidat dapat belajar selama berada di Bulgaria, mengaplikasikan ilmu dan pengalaman yang sudah dimiliki, sekaligus memperoleh pengalaman baru di lingkungan kerja internasional,” ujar Agung.

Ia mengingatkan para calon pekerja migran agar menjaga sikap selama bekerja di luar negeri sehingga dapat ikut menjaga nama baik Indonesia.

Setelah kembali ke tanah air, pengalaman, keterampilan, dan wawasan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri diharapkan dapat dimanfaatkan untuk keluarga sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan Bali.

“Setelah mereka kembali dari luar negeri, kami berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama bekerja dapat dimanfaatkan untuk ikut membangun Bali,” katanya.

Agung menambahkan, para pekerja diharapkan tidak hanya membawa pulang hasil kerja berupa penghasilan, tetapi juga keterampilan dan pengalaman yang dapat memberikan manfaat bagi keluarga serta daerah asal.

“Harapannya, mereka dapat menjadi pahlawan devisa. Setelah mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri dan membawa hasil kerja mereka kembali ke tanah air, mereka dapat memanfaatkannya secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus ikut berkontribusi dalam pembangunan Bali ke depan,” ujar Agung.

Final interview di Sanur tersebut menjadi bagian dari rangkaian rekrutmen calon PMI untuk sektor hospitality di Bulgaria.

Para kandidat selanjutnya diharapkan dapat memanfaatkan proses seleksi untuk menunjukkan kompetensi, memahami prosedur penempatan, serta mempersiapkan diri menghadapi lingkungan kerja internasional. (dnb13)

Berita Terpopular

Scroll to Top