Ekajaya Fast Ferry Kenalkan Ekajaya Patra, Kapal Pertama Dunia Berteknologi HamiltonJet HTX58

Ekajaya Fast Ferry memperkenalkan kapal flagship terbaru Ekajaya Patra dalam ajang BBTF 2026 di Nusa Dua, Badung. Kapal berkapasitas 322 penumpang tersebut menjadi yang pertama di dunia menggunakan teknologi propulsi HamiltonJet HTX58 waterjet generasi terbaru. (Foto/Ist)

NUSA DUA | Dunia News Bali – Ekajaya Fast Ferry memperkenalkan babak baru transportasi dan pariwisata bahari Indonesia melalui peluncuran kapal flagship terbarunya, “Ekajaya Patra”, dalam ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Nusa Dua, Badung. Pada kesempatan yang sama, perusahaan juga melakukan soft launch Nusa Dua Harbour Terminal, terminal ferry eksklusif yang akan melayani wisatawan dari kawasan Nusa Dua.

Setelah sukses menghadirkan Ekajaya Matra dua tahun lalu, Ekajaya Fast Ferry kembali menghadirkan inovasi melalui Ekajaya Patra yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 27 Juni 2026. Kapal sepanjang 41 meter dengan kapasitas 322 penumpang ini menjadi kapal pertama di dunia yang menggunakan sistem propulsi HamiltonJet HTX58 waterjet generasi terbaru.

Teknologi mixed-flow jet yang diusung HTX58 menawarkan peningkatan efisiensi pada kecepatan tinggi hingga 2,5 persen melalui desain profil hidrodinamik terbaru. Inovasi tersebut memungkinkan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat sekaligus menekan emisi karbon per perjalanan penumpang.

Untuk mendukung performanya, Ekajaya Patra dibekali tiga mesin MAN Marine dengan total tenaga mencapai 4.950 HP. Kapal ini dirancang beroperasi jauh di bawah kapasitas maksimal HTX58 sehingga memberikan margin operasional yang lebih besar. Konsep tersebut tidak hanya menjaga efisiensi bahan bakar, tetapi juga mengurangi beban kerja mesin untuk mendukung keandalan dalam jangka panjang.

Baca juga:  Kolaborasi PMI Tanam Mangrove Tetap Semangat dalam Guyuran Hujan

Nama “Patra” sendiri berasal dari bahasa Sanskerta dan Jawa Kuno-Bali yang memiliki makna “daun” dan “yang layak”. Dalam tradisi Bali, istilah pepatraan merujuk pada ornamen daun dan sulur yang menghiasi ukiran pura sebagai simbol harmoni dan aliran kehidupan. Filosofi tersebut menjadi inspirasi dalam perancangan Ekajaya Patra yang diharapkan mampu melintasi Selat Lombok secara elegan sekaligus menghormati alam dan laut yang menjadi jalurnya.

“Patra bukan sekadar kapal. Ini adalah janji kami untuk membawa wisatawan dan tradisi menuju masa depan. Dengan hadirnya terminal baru dan kapal flagship ini, kami membayangkan kembali pengalaman island hopping di Bali,” ujar General Manager Ekajaya Fast Ferry, I Ketut Sugita, Jumat (29/5/2026).

Selain mengedepankan teknologi dan kenyamanan, Ekajaya Patra juga dirancang dengan memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Sebagai kapal berbasis waterjet, sistem propulsinya menggunakan impeller yang tertutup sepenuhnya di dalam badan jet tanpa baling-baling terbuka di bawah lambung kapal.

Desain tersebut dinilai lebih aman bagi satwa laut seperti lumba-lumba, penyu, hingga pari manta yang banyak ditemukan di perairan Selat Lombok. Kapal ini juga memiliki draft yang relatif dangkal sehingga dapat meminimalkan gangguan terhadap dasar laut, khususnya di kawasan terumbu karang sensitif di Kepulauan Gili.

Baca juga:  Kewajiban Menggunakan Rupiah: Menguntungkan atau Merugikan?

BBTF 2026 dipilih sebagai momentum peluncuran karena menjadi ajang strategis untuk menjangkau pelaku industri pariwisata global, mulai dari tour operator internasional, wholesaler, penyelenggara MICE, destination management company (DMC), hingga agen perjalanan premium dari berbagai pasar utama seperti Australia, India, China, Inggris, Jerman, Singapura, dan Malaysia.

Peluncuran Ekajaya Patra sekaligus menegaskan peran Ekajaya Fast Ferry sebagai operator ferry cepat nasional yang mendukung visi pengembangan destinasi wisata unggulan Indonesia. Kehadiran kapal ini diharapkan semakin memperkuat posisi Lombok dan Kepulauan Gili sebagai destinasi kelas dunia yang melengkapi daya tarik Bali.

Sejalan dengan tema BBTF 2026, “Gastronomy & Sustainable Heritage”, peluncuran Ekajaya Patra menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi laut yang berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan.

Ke depan, Ekajaya Patra akan melayani rute Nusa Dua–Gili Trawangan–Senggigi. Bersama Nusa Dua Harbour Terminal, kehadiran kapal baru ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan layanan Ekajaya Fast Ferry yang mengusung tagline “From Waves to Wonders”.

Ekajaya Fast Ferry merupakan operator ferry cepat asal Indonesia yang melayani konektivitas antara Bali, Lombok, dan Kepulauan Gili. Dengan fokus pada aspek keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan, perusahaan terus berkomitmen mendukung mobilitas wisatawan sekaligus menjaga kelestarian ekosistem laut Indonesia. (red/ich)

Berita Terpopular

Scroll to Top