BEC Academy Tembus Dunia Internasional, Ni Made Milati Siapkan SDM Perhotelan Bali Berdaya Saing

Direktur Utama BEC Academy Ni Made Milati, S.S.,M.Hum., bersama gedung dan aktivitas mahasiswa BEC Academy dalam pengembangan pendidikan vokasi perhotelan di Bali.

DENPASAR | Dunia News Bali – Perkembangan industri pariwisata menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja. Kondisi tersebut menjadi perhatian Ni Made Milati, S.S.,M.Hum., dalam mengembangkan BEC Academy, lembaga pendidikan dan pelatihan yang kini fokus pada pengembangan kompetensi di bidang perhotelan.

Dalam wawancara dengan awak media, Selasa (29/9/2026), Milati mengungkapkan perjalanan BEC Academy yang dibangun secara bertahap hingga berkembang dan kini memiliki sekitar 125 mahasiswa di dua cabang.

Perjalanan tersebut tidak berlangsung singkat. Cikal bakal lembaga telah dirintis sejak 2008 dan memperoleh legalitas pada 2009. Pada tahap awal, kegiatan lebih banyak berupa kursus dan bimbingan yang dilakukan secara sederhana.

Pengembangan kemudian dilakukan dengan membuka cabang di Nyuhkuning, Ubud, sekitar 2009-2010. Pada 2012, Milati kembali mengembangkan cabang di wilayah Klungkung.

Saat itu, fokus BEC masih berada pada kegiatan kursus. Perubahan arah mulai terjadi ketika Milati memperoleh pengalaman lebih luas dalam organisasi lembaga kursus dan pelatihan, sekaligus mengikuti perkembangan program pendidikan yang disiapkan pemerintah.

Dari Program Pemerintah ke Pendidikan Perhotelan

Salah satu momentum penting terjadi ketika BEC mengikuti program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).

Program tersebut membuka kesempatan bagi lembaga kursus yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan dukungan program pemerintah.

Pada awalnya, BEC menjalankan program yang berkaitan dengan bidang bahasa. Namun, seiring perkembangan kebutuhan dunia kerja, Milati mulai melihat peluang yang lebih besar pada sektor perhotelan.

Keputusan itu juga didukung oleh pengalaman pribadinya yang pernah bekerja di hotel pada bagian front office serta memiliki latar belakang bahasa Inggris.

“Saya dulu pernah bekerja di hotel, di bagian front office. Karena bidang saya bahasa Inggris, ketika ada kesempatan mengembangkan perhotelan, saya melihat ini bisa menjadi bidang yang kami kembangkan dalam pendidikan,” ujar Milati.

Memasuki sekitar 2021, BEC mulai menyusun kurikulum dan model pembelajaran khusus perhotelan.

Milati kemudian melakukan berbagai studi banding untuk mempelajari sistem pendidikan vokasi, kebutuhan fasilitas, metode pembelajaran hingga keterkaitan antara lembaga pendidikan dengan industri.

Baca juga:  Dihadang Tagihan Pajak Melonjak, Warga Badung Menjerit, Dewan Desak Kajian Ulang Kebijakan

Langkah tersebut dilakukan karena menurutnya, pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengandalkan teori.

“Sebagai pengajar saya juga harus terus belajar. Bidangnya berbeda, sehingga saya banyak melakukan studi banding agar kami memahami bagaimana sistem pembelajaran dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan industri,” jelasnya.

Tiga Tahun Pengembangan Perhotelan

Pengembangan program perhotelan semakin terlihat sejak 2023. BEC mulai memperkuat fasilitas pembelajaran sekaligus memperluas program yang ditawarkan kepada mahasiswa.

Gedung yang sebelumnya masih terbatas kemudian dikembangkan secara bertahap. Pada 2024, fasilitas yang sebelumnya satu lantai mulai dikembangkan menjadi dua lantai.

Bagi Milati, perkembangan fasilitas tersebut merupakan bagian dari proses panjang yang harus dijalani secara bertahap.

“Dulu fasilitas kami sangat terbatas. Apa yang ada sekarang merupakan hasil dari proses yang kami bangun sedikit demi sedikit,” katanya.

Saat ini, BEC Academy telah memasuki angkatan keempat. Jumlah mahasiswa mencapai sekitar 125 orang untuk dua cabang, sementara program perhotelan dipusatkan di BEC Academy.

Salah satu lokasi lainnya masih menggunakan sistem sewa. Karena itu, Milati juga menyiapkan rencana pembangunan gedung sendiri untuk pengembangan cabang tersebut.

“Kalau yang di Sakah masih kami sewa. Mudah-mudahan Tuhan memberikan jalan sehingga kami bisa membangun gedung sendiri,” ujarnya.

Empat Program dan Pengalaman Industri

BEC Academy kini mengembangkan empat program di bidang perhotelan. Salah satunya adalah food and beverage service yang memiliki bidang turunan, termasuk bartender.

Selain pembelajaran di kampus, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan bahasa Inggris, sertifikasi dan uji kompetensi.

BEC juga mulai mengembangkan pendidikan hingga jenjang Diploma Dua. Mahasiswa yang ingin melanjutkan karier lebih jauh diberikan kesempatan memperoleh pengalaman industri, termasuk melalui program training di luar negeri.

Sejumlah mahasiswa telah mengikuti program training di beberapa negara, antara lain Turki, Bulgaria dan kawasan Timur Tengah.

Skema yang diterapkan, mahasiswa terlebih dahulu mengikuti pembelajaran di kampus. Setelah menyelesaikan tahap tersebut, mereka mendapatkan pembekalan tambahan sebelum masuk ke industri.

Untuk mahasiswa yang harus menunggu proses keberangkatan atau visa, BEC memberikan kesempatan menjalani training singkat di Bali.

Baca juga:  Kunjungan Keluarga di Lapas Kerobokan, Haru dan Kebahagiaan Warnai Perayaan Nyepi dan Idul Fitri

Pengalaman Internasional Jadi Bekal Karier

Milati melihat pengalaman bekerja di lingkungan internasional dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa.

Tidak hanya keterampilan teknis, mahasiswa juga dituntut mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan beradaptasi dengan budaya kerja yang berbeda.

Namun, untuk mahasiswa yang baru lulus SMA atau SMK, BEC tidak serta-merta mendorong mereka langsung masuk ke industri kapal pesiar.

Menurut Milati, pengalaman di industri perhotelan darat perlu diperoleh terlebih dahulu sebelum mahasiswa mengambil langkah ke kapal pesiar yang memiliki tekanan dan pola kerja berbeda.

“Kami menyarankan mereka mendapatkan pengalaman di darat terlebih dahulu. Setelah matang, mereka bisa mempertimbangkan peluang berikutnya, termasuk kapal pesiar,” katanya.

Housekeeping Masih Banyak Diminati

Dari sejumlah program yang tersedia, housekeeping masih menjadi salah satu bidang yang banyak diminati mahasiswa.

Milati menjelaskan, pekerjaan housekeeping tidak sekadar membersihkan kamar. Di industri perhotelan, bidang tersebut membutuhkan standar kerja profesional dan keterampilan khusus.

Setiap bidang juga memiliki karakter dan peluang yang berbeda. Pada hotel yang menerapkan sistem seasonal, misalnya, operasional sejumlah fasilitas dapat menyesuaikan musim.

Karena itu, mahasiswa diberikan pemahaman mengenai kelebihan dan tantangan setiap bidang agar dapat menentukan jalur karier sesuai kemampuan dan tujuan masing-masing.

Biaya Jadi Perhatian

Salah satu tantangan yang dihadapi calon mahasiswa adalah biaya pendidikan serta kebutuhan dana ketika hendak mengikuti program training ke luar negeri.

BEC Academy kemudian menyediakan program beasiswa dan menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak untuk membantu mahasiswa yang mengalami kendala pembiayaan.

Milati menyebut, terdapat program beasiswa melalui kerja sama dengan desa dengan nilai sekitar Rp5 juta.

Dengan dukungan tersebut, mahasiswa dapat mengikuti program pendidikan dengan fasilitas yang sama, termasuk seragam, pembelajaran bahasa Inggris, sertifikasi dan uji kompetensi.

“Anak-anak yang terkendala biaya tetap harus memiliki kesempatan untuk belajar. Beasiswa tidak boleh membuat hak mereka untuk mendapatkan fasilitas dan pembelajaran menjadi berbeda,” tegasnya.

BEC juga memiliki kerja sama pembiayaan bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya untuk proses keberangkatan ke luar negeri.

Baca juga:  Imigrasi Ngurah Rai Amankan 13 WNA di Badung, Diduga Terlibat Prostitusi

Namun, Milati mengingatkan mahasiswa agar tetap memahami tanggung jawab dan memastikan seluruh proses keberangkatan dilakukan melalui jalur resmi.

Menurutnya, keinginan anak muda untuk bekerja di luar negeri harus dibarengi pemahaman mengenai legalitas pihak yang memberangkatkan.

Tidak Berhenti Setelah Mahasiswa Berangkat

Bagi BEC, tanggung jawab terhadap mahasiswa tidak selesai ketika mereka meninggalkan Bali.

Milati mengatakan, pihaknya tetap menjaga komunikasi dengan mahasiswa selama menjalani training di luar negeri.

Berbagai persoalan dapat muncul selama mahasiswa berada di negara tujuan, mulai dari kendala administrasi, rekening pembayaran hingga komunikasi dengan manajemen hotel.

“Setiap negara pasti ada case tertentu. Kami tetap mendengarkan informasi dari anak-anak dan membantu memfasilitasi ketika mereka menghadapi kendala,” ungkapnya.

Dalam proses penempatan, BEC juga berkoordinasi dengan pihak terkait agar mahasiswa mendapatkan pendampingan sesuai mekanisme yang berlaku.

Menjaga Kualitas di Tengah Persaingan

Semakin berkembangnya pendidikan vokasi di Bali membuat persaingan antarlembaga juga semakin terbuka.

Milati memilih menghadapi kondisi tersebut dengan memperkuat kualitas tim, fasilitas dan komitmen terhadap mahasiswa.

Menurutnya, lembaga pendidikan tidak cukup hanya mengejar jumlah peserta didik. Yang lebih penting adalah memastikan lulusan memiliki kemampuan yang benar-benar dibutuhkan industri.

Selain pendidikan, BEC juga menjalankan program sosial melalui charity program sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.

“Kami punya komitmen untuk berbagi. Tidak harus besar, tetapi apa yang bisa kami berikan dan memang bermanfaat bagi orang lain, itu yang kami lakukan,” katanya.

Kini, sekitar 125 mahasiswa tercatat mengikuti pendidikan di BEC Academy untuk dua cabang. Milati menyebut sebagian besar mahasiswa memang memiliki keinginan untuk memperoleh pengalaman kerja internasional.

Ia memperkirakan sekitar 90 hingga 100 persen mahasiswa memiliki minat melanjutkan pengalaman atau karier ke luar negeri.

Bagi Milati, perkembangan tersebut bukan sekadar angka. Tujuan utama tetap bagaimana pendidikan yang diberikan mampu menjadi bekal nyata bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja.

“Sejak awal mereka datang karena ingin disiapkan untuk masa depan. Kami ingin membantu mereka mewujudkan cita-cita ke luar negeri melalui proses yang resmi dan memiliki kompetensi,” pungkasnya. (riza)

Berita Terpopular

Scroll to Top